Musim Tanam Jagung Dimulai, Satam Fokus Bersihkan Batang Padi.

  • Jun 28, 2026
  • KIM Sumbersari
  • Pertanian

Sumber Foto : KIM SUMBERSARI

KIM SUMBERSARI– Memasuki musim tanam jagung, para petani di Desa Sumbersari mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan lahan siap ditanami. Salah satu tahapan penting yang dilakukan adalah membersihkan sisa batang padi pascapanen sebagai langkah awal dalam mengoptimalkan lahan pertanian.

Kegiatan tersebut terlihat dilakukan oleh Satam (37), seorang petani Desa Sumbersari, yang sejak pagi membersihkan batang padi di lahan sawah miliknya. Dengan penuh ketekunan, ia memotong dan merapikan sisa jerami menggunakan peralatan yang biasa dipakai petani sebelum memasuki tahap pengolahan tanah.

Menurut Satam, pembersihan batang padi merupakan bagian penting dari persiapan musim tanam jagung. Selain mempermudah proses pengolahan lahan, langkah ini juga membantu menciptakan kondisi tanah yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

"Jika batang padi dibersihkan terlebih dahulu, proses pengolahan lahan menjadi lebih mudah. Setelah itu, lahan siap ditanami jagung," ujarnya. Minggu (28/06/2026).

Setelah proses pembersihan selesai, lahan akan memasuki tahapan berikutnya, seperti pengolahan tanah, pembuatan lubang tanam, hingga penanaman benih jagung. Persiapan yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan meningkatkan produktivitas saat panen.

Musim tanam jagung menjadi momentum penting bagi para petani karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi serta berperan dalam mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, setiap tahapan persiapan lahan dilakukan secara cermat agar hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Selain menjaga produktivitas pertanian, kegiatan persiapan lahan juga mencerminkan semangat kerja keras para petani dalam memanfaatkan potensi lahan secara berkelanjutan. Di tengah tantangan cuaca dan biaya produksi, para petani tetap optimistis menghadapi musim tanam dengan harapan memperoleh hasil panen yang lebih baik.

Sementara Pemerintah Desa Sumbersari terus mendorong para petani untuk menerapkan pengelolaan lahan yang baik serta memanfaatkan pendampingan dari penyuluh pertanian agar proses budidaya jagung berjalan lebih efektif. Sinergi antara petani, kelompok tani, dan penyuluh diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

Semangat yang ditunjukkan Satam menjadi gambaran nyata dedikasi para petani dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Melalui kerja keras yang dimulai dari membersihkan batang padi hingga menanam benih jagung, mereka tidak hanya mempersiapkan musim tanam baru, tetapi juga menanam harapan akan panen yang melimpah dan kesejahteraan keluarga yang lebih baik. (KIM Sumbersari/Lus)