KUA ROWOKANGKUNG TEGASKAN PENTINGNYA MENGHINDARI PERNIKAHAN DINI DALAM LOKAKARYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING
- Jul 23, 2025
- KIM Sumbersari
- Kesehatan
Sumber Foto : KIM SUMBERSARI- Arif Hidatullah saat dari KUA Rowokangkung saar menyampaikan pentingnya menghindari pernikahan Dini yang bertmepat di balai desa Sumbersari. Rabu (23/07/2025).
KIM SUMBERSARI — Dalam rangkaian acara Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Balai Desa Sumbersari, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rowokangkung menegaskan pentingnya menghindari pernikahan dini sebagai salah satu langkah strategis dalam menekan angka stunting. Rabu (23/07/2025).
Acara yang dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Camat Rowokangkung, Danramil 0821/16, Kepala Puskesmas Sumbersari, perwakilan Polsek Rowokangkung, Kepala KUA, kader TPK, PLKB Kecamatan, hingga mahasiswa KKN, menjadi forum penting untuk menyatukan langkah seluruh elemen dalam menurunkan angka stunting di Desa Sumbersari.
Arif Hidayatullah dari KUA Rowokangkung menekankan bahwa pernikahan dini berisiko besar terhadap kesehatan ibu dan anak. "Pernikahan dini kerap menyebabkan kehamilan pada usia yang belum siap secara fisik maupun mental, yang berujung pada tingginya risiko stunting pada anak," ujarnya di hadapan peserta lokakarya.
Beliau juga menyampaikan bahwa pihak KUA siap bersinergi dengan pemerintah desa dan instansi terkait dalam melakukan edukasi pranikah, terutama bagi calon pengantin (catin), melalui bimbingan perkawinan dan penggunaan aplikasi Elsimil yang terintegrasi dengan program kesehatan.
Selain itu, ia menambahkan mendukung upaya-upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah serta menggandeng tokoh agama untuk menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya pernikahan dini dalam setiap kesempatan.
Lokakarya ini juga menjadi momen evaluasi dan perencanaan tindak lanjut terhadap program-program yang telah berjalan di desa, seperti pendampingan catin oleh kader TPK, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi gizi dan pola asuh.
Dengan adanya komitmen bersama ini, Desa Sumbersari optimis dapat menekan angka stunting secara berkelanjutan, dengan pernikahan yang lebih matang dan terencana sebagai salah satu pondasi penting dalam membentuk keluarga sehat. (lus)