KPPS Sumbersari Ikuti Bimbingan Teknis Operator Sirekap di Gedung PGRI Rowokangkung.

  • Feb 12, 2024
  • Kim Sumbersari
  • Pemilu 2024

 

KIM SUMBERSARI- Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) Sumbersari mengikuti bimbingan teknis operator Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (Sirekap). Acara yang dihadiri oleh 218 KPPS dari sekecamatan Rowokangkung tersebut dilaksanakan di Gedung PGRI Rowokangkung. Senin (12/02/2024).

Bimbingan teknis ini diselenggarakan dalam rangka persiapan menyambut pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada hari rabu tanggal 14 februari 2024. Kehadiran para operator Sirekap dari KPPS se-Kecamatan Rowolangkung dalam acara ini menunjukkan komitmen mereka untuk memastikan kelancaran dan keakuratan proses perhitungan suara pada hari pemungutan suara.

Ketua PPK Rowokangkung Gemilang Kurnia Apriandana S.Pd saat di wawancara KIM Sumbersari menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap sistem Sirekap untuk memastikan data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru terkait penggunaan sistem tersebut.

Para peserta bimbingan teknis dilatih dalam berbagai aspek teknis, mulai dari penggunaan perangkat lunak hingga prosedur pelaporan data. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berlatih secara langsung menggunakan sistem Sirekap dalam situasi yang mensimulasikan kondisi pemungutan dan penghitungan suara.

Diharapkan bahwa melalui partisipasi aktif dalam bimbingan teknis ini, KPPS se-Kecamatan Rowokangkung akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan mereka dalam mengelola proses pemungutan suara dan melaporkan hasilnya secara efisien dan transparan. Hal ini tentu akan berkontribusi positif terhadap integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu di wilayah mereka.

Lanjut dia, kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana pelaksanaan Pemilu bukan hanya tentang proses pencoblosan di tempat pemungutan suara, tetapi juga melibatkan persiapan yang matang dan penguatan kapasitas bagi para penyelenggara Pemilu agar dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik dan bertanggung jawab.

Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan Pemilu yang adil, transparan, dan demokratis bagi seluruh rakyat Indonesia. (lus)