Kolaborasi Informasi TNI-POLRI dan KIM Perkuat Literasi Digital serta Tangkal Hoaks di Tengah Masyarakat
- Jul 12, 2026
- KIM Sumbersari
- Pemerintahan
Sumber Foto : KIM SUMBERSARI
KIM SUMBERSARI- Di era digital yang terus berkembang, kecepatan penyebaran informasi perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memverifikasi kebenaran informasi. Menjawab tantangan tersebut, sinergi antara TNI, POLRI, dan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi digital sekaligus mencegah penyebaran hoaks di tengah masyarakat. Minggu (12/7/2026).
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan media digital. Melalui edukasi, sosialisasi, dan penyebaran informasi yang akurat, TNI-POLRI bersama KIM berkomitmen menciptakan ruang informasi yang aman, sehat, dan terpercaya.
Sebagai mitra pemerintah di tingkat desa, KIM memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran KIM didukung oleh TNI dan POLRI dalam menyampaikan informasi terkait keamanan, ketertiban masyarakat, program pembangunan, pelayanan publik, serta edukasi mengenai bahaya berita bohong, ujaran kebencian, dan penipuan digital.
Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat. Dengan memahami pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya, masyarakat diharapkan dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bertanggung jawab dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Selain memperkuat edukasi digital, sinergi TNI-POLRI dan KIM turut mendorong terciptanya komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah. Aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik, sementara informasi resmi dari pemerintah dapat diterima secara cepat, tepat, dan mudah dipahami.
Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan informasi di tingkat desa maupun daerah. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital, berbagai potensi konflik akibat penyebaran hoaks dapat diminimalkan, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan kondusif.
Kolaborasi antara TNI, POLRI, dan KIM menjadi bukti bahwa menjaga ruang digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sinergi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi penyebar informasi yang benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan demi mendukung pembangunan bangsa di era digital. (KIM Sumbersari/Lus).