Beasiswa Belajar Berenang Untuk Masyarakat Senduro dan Pasrujambe
- Jul 18, 2026
- KIM Sumbersari
- Pendidikan, Pemberdayaan
Sumber Foto : Senduro Swimming Club (SSC)
KIM SUMBERSARI- Akses belajar berenang masih sering dipandang sebagai fasilitas tambahan yang hanya dapat dinikmati oleh sebagian kalangan. Biaya latihan, keterbatasan fasilitas, hingga kondisi ekonomi keluarga membuat banyak anak tidak pernah mendapatkan kesempatan mengenal olahraga air secara benar. Kondisi ini menjadi tantangan yang semakin nyata bagi anak-anak dari keluarga rentan, termasuk anak yatim piatu.
Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Senduro Swimming Club (SSC) mengambil langkah sederhana namun memiliki nilai sosial yang besar. Klub renang ini resmi membuka Periode 1 Program Beasiswa Pelatihan Renang bagi anak yatim Piatu.
Ketua umum senduro swimming club Hawin Fizi Balaghoni , kepada KIM Sumbersari menyampaikan program ini memberikan pelatihan renang gratis selama dua bulan kepada lima anak yatim berusia 7–14 tahun yang berdomisili di Kecamatan Senduro dan Kecamatan Pasrujambe. Kuotanya memang terbatas, tetapi makna yang dibawa jauh lebih besar daripada jumlah peserta yang akan diterima. Sabtu (18/7/2026).
Tak hanya itu, ia berkata inisiatif ini menunjukkan bahwa membangun budaya keselamatan air tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Klub renang asal desa pun dapat menjadi penggerak perubahan ketika memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Lebih lanjut, program ini tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membuka akses terhadap keterampilan yang selama ini masih dianggap eksklusif. Selama bertahun-tahun, olahraga renang identik dengan biaya yang relatif mahal dan hanya mudah diakses oleh sebagian masyarakat. Akibatnya, banyak anak yang sebenarnya tinggal dekat dengan sungai atau sumber air justru tidak memiliki kemampuan dasar untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Melalui beasiswa ini, SSC mencoba mematahkan anggapan tersebut. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
Hal yang paling menarik dari program ini bukan semata-mata karena memberikan beasiswa, melainkan karena membawa cara pandang baru tentang olahraga renang.
Selama ini, renang sering dipersepsikan sebagai olahraga prestasi, sarana rekreasi, atau aktivitas untuk menjaga kebugaran. Padahal, lebih dari itu, renang merupakan bagian dari literasi keselamatan. Kemampuan mengapung, mengendalikan napas, mengenali risiko di lingkungan air, hingga menjaga ketenangan ketika berada di air adalah keterampilan yang dapat menyelamatkan nyawa. Inilah yang dimaksud dengan membumikan renang sebagai life skill sepanjang hayat.
Ketika seorang anak belajar berenang, ia tidak hanya menggerakkan tangan dan kakinya. Ia sedang belajar mengelola rasa takut, membangun keberanian, meningkatkan disiplin, serta mempercayai kemampuan dirinya sendiri. Setiap gerakan di dalam air sesungguhnya adalah proses pembentukan karakter.
"Kami membuka akses eksklusif anak-anak yatim di senduro dan pasrujambe. Mereka harus memperoleh ruang untuk tumbuh, membangun rasa percaya diri, dan merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka."Ujar Hawin Fizi Balaghoni Ketua Umum Senduro Swimming Club.
"Program seperti ini juga mengingatkan kita bahwa keberhasilan sebuah klub olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih atletnya. Dampak sosial yang dirasakan masyarakat justru menjadi ukuran penting tentang bagaimana olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Memang, program ini baru menjangkau lima anak pada periode pertama. Namun, setiap perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten." Imbuhnya.
Inisiatif yang dilakukan Senduro Swimming Club menjadi contoh bahwa komunitas lokal dapat menghadirkan solusi nyata atas persoalan di sekitarnya. Karena pada akhirnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Mereka juga berhak memiliki keterampilan yang suatu hari nanti dapat menyelamatkan hidupnya sendiri.
Semoga langkah kecil dari senduro ini menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak gerakan serupa di berbagai daerah. Sebab ketika renang benar-benar dibumikan sebagai life skill sepanjang hayat, kita bukan hanya sedang mencetak perenang, tetapi juga membangun generasi yang lebih aman, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi kehidupan. (KIM Sumbersari/Fiz/Lusam).