Yupianto Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Batang Buah Naga Jadi Mie Baban dan Pangsit
- Apr 20, 2025
- KIM Sumbersari
- Pemberdayaan
Sumber foto : KIM SUMBERSARI
KIM SUMBERSARI– Inovasi pangan lokal terus digaungkan oleh Yupianto (27), pemuda kreatif asal dusun Nogosari Persil Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Pada Minggu, (20/04/2025).
Yupianto menggelar sosialisasi pemanfaatan batang buah naga menjadi produk makanan bernilai ekonomi seperti Mie Baban (Mie Batang Buah Naga) dan pangsit, yang bertempat di Dusun Nogosari Persil RT 13 RW 05.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh warga setempat, tokoh masyarakat, serta beberapa pelaku UMKM lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Yupianto memaparkan proses pengolahan batang buah naga yang selama ini dianggap limbah, menjadi bahan dasar mie dan pangsit yang sehat, bernutrisi, dan ramah lingkungan.
"Batang buah naga ternyata memiliki banyak manfaat. Lewat inovasi ini, saya ingin menunjukkan bahwa limbah pun bisa diubah menjadi sumber pangan dan peluang usaha," kata Yupianto
Selain pemaparan materi, peserta juga diajak menyaksikan langsung proses pembuatan Mie Baban dan pangsit dari batang buah naga.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk berinovasi dari desa.
Sementara Kepala Desa Sumbersari Adi Samaludin berkata kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Semoga ke depan bisa terus berkembang dan melibatkan lebih banyak masyarakat.
Tak hanya itu, ia menambahkan semoga dengan adanya sosialisasi oleh mas Yupianto ini, warga bisa mendapatkan ilmunya dan bisa membuat mie baban sendiri.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa kreatif dan inovasi yang di ciptakan mas Yupianto ini sangat luar biasa, sehingga nantinya mampu menjadikan suatu makanan yang sehat dan bergizi.
Dengan semangat berbagi ilmu dan inovasi, Yupianto terus membuktikan bahwa kreativitas anak muda desa mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan dan perekonomian lokal. (lus)